Jumat, 02 Desember 2016

15 Kiat Meningkatkan Kesabaran (EQ) Hadapi Kesulitan Karir Sehari hari





Kank Hari Motivator MSDM Jawa Timur
Kecerdasan mengelola emosi merupakan salah satu elemen sukses yang harus dimiliki seseorang IQ yang mungkin terwakli dengan kecerdasan akademik atau intelektual tinggi sebagai syarat seleksi administrasi namun disaat mereka bekerja EQ lah yang menentukan keberhasilan seseorang menjadi professional. Karena dengan memiliki EQ seseorang  akan dapat mengenali dirinya, mengenal orang lain , membina relasi dan membangun team meraih sukses . Bagaimana caranya meningkatkan EQ ..?, Berikut kiatnya:

Sabtu, 05 November 2016

Pemimpin Sejati Mendampingi Di Saat Gawat


Kank Hari, TQM Training, Motivator Kondang Surabaya

“Bagaimana saya harus mengkritisi rekan kerja saya , kank..?”. Kata, Angel,  gadis manis berjilbab tinggi semampai , staff HRD kepada saya.

“Fokus saja pada angket hasil survey internal yang sudah kamu lakukan..?”

“Ya ,..tapi Kank Hari harus  berada di lokasi , jaga jaga kalo kalo..?”

“siip..?”

Esok harinya sengaja saya tidak menampakkan diri di ruang workshop Peningkatan SDM, dikarenakan jadwal saya memang lebih siang. Namun saya tetap hadir dalam kerumunan yang tidak terlihat, sembari mengamati kompetensi panitia dan pihak pihak yang berkepentingan menjalankan tugasnya.

Jumat, 28 Oktober 2016

BONGKAR : Structural Conflict , Antara tetap baik atau ikut rusak




Begitu terkejutnya Mr Banana, melihat sebagaian rekan kerjanya  menjadi un consistent  dalam memegang nilai nilai professional yang selama ini dipegangnya dikarenakan structural conflict diperusahaan yang tidak kunjung usia karena ketidakbecusan beberapa leader dalam mengelola unit kerjanya.
“Sekarang katakan apakah saya salah jika saya harus ikut arus ..?”
“Arus apa..?” kata Mr Banana
“Semua yang bekerja secara jujur , sesuai prosedur dan professional  , tidak dihargai bahkan dikucilkan , hanya karena pimpinan yang nggak becus mimpin menggunakan unsur like and dislike untuk menutupi kebodohannya dalam  memimpin..”kata Guk Dlomong staff administrasi yang  bekerja hampir dua puluh tujuh  tahun , berbicara dengan nada emosi .
“Lantas apa kami salah jika harus menyelamatkan diri dengan terpaksa bermuka dua, menjadi penjilat, ABS dsb..?. Dilengkapi oleh Om OOn, bagian produksi.
“Syukuri saja..?.”

BONGKAR : “Mark Up” , Pertaruhan Integritas dan Profit




Mr Banana mendengarkan cerita Mbak Trust salah satu pengusaha hospitality  tentang prilaku “orang kantoran” kepada usaha jasanya.
“Zaman sudah berubah, undang undang katany kuat, tapi masih saja ada ya..?”
“ Maksudmu opo , aku gak jelas..?”
“Cash back dari plafon tariff dibawah tanganlah, potongan diskon lah , billing fiktif lah , harga  dan jumlah disulap lah (mark up ) ..”.
“Apa bisa saat ini melakukan itu..?”
“Kalau ingin survive  harus bisa..?”
“ Termasuk kamu…” goda Mr Banana
“SoRRy ya.., memang bisa survive tapi kalo sampai ketahuan kita bisa hancur  integritas dan reputasi yang   sudah aku bangun bertahun tahun.”
“Kok gitu..?”

HIKMAH : Kisah Peti Kitab Sang Kyai , "Kualitas Mu itu Emas Bukan Barang Loakan"




Seorang santri yang dikenal memiliki integritas dan akhlak mulia  namanya Cak Pisang datang mengeluh kepada sang kyai yang sedang” ngisis” didepan  teras rumahnya yang hanya berdidik “gedek”  sejenis anyaman bamboo dan berlantaikan “plesteran”, tanpa keramik mewah.
“Kenapa kamu itu begitu lesuh, le..?” Tanya Kyai
“ Saya mumet kyai..”
“ola opo mumet  barang, ya  cekelan loh.”
“Cekelan, nopone..”
“Ketok’e  awakmu bingung tenan iki, ana apa tah..?”
“Ngeten kyai , kulo ngamalaken pitutur panjenangan katha ingkang mboten percados.”
“Lah , kenapa..?”
“dalem , mboten kados litune ndamel  klambi merek  , macak  sugih , , niru kyai sederhana …?”

Sabtu, 22 Oktober 2016

Soft Skill MBS : Pembekalan Manajemen Konflik bagi Siswa SMK




ilustrasi: Kru Film "Perfect Dream "
Tak dapat dipungkiri siswa SMK  akan menghadapi banyak konflik seperti miss communication, structural conflict dan personal conflict,  saat mereka memasuki dunia industry pasca lulus nanti. Maka membekali mereka soft skill  interpersonal khususnya mengelola konflik semestinya mulai diperkenalkan selama  mereka mengenyam pembelajaran di SMK . Apa saja yang perlu dilatihkan kepada siswa agar piawai mengelola konflik.. ? berikut kiatnya:

Psikologi Manajemen : Kelola Konflik dalam Perusahaan (1): Peran Sebagai “CCTV”



   
Kank  Hari Santoso, Motivation Training  from Surabaya  Indonesia
“Disini konflik memang dipelihara supaya setiap individu menjadi semakin tangguh untuk lebih berani maju “ disampaikan Vice President sebuah perusahaan komunikasi terkemuka  kepada saya beberapa waktu lalu. Memang jika konflik  “sengaja” dibuat untuk membuat  lebih cerdas, lebih tangguh dan lebih bergairah tentu akan menciptakan iklim kerja yang kondusif. Namun jika pengelolaan nya salah atau memang konflik ini terjadi lantaran ketidakmampuan  manajemen  dalam menciptakan iklim kondusif perusahaan akibatnya bisa lain . Jika anda cermati apa yang terjadi di lingkungan perusahaan anda   inilah  penyebabnya: