Selasa, 15 Maret 2011

Targeting , Tujuan Pembelajaran adalah Kompetensi Siswa (Individual )


Targeting , Tujuan Pembelajaran adalah Kompetensi Siswa (individu )

“Jika anda merasa terpilih memiliki Jiwa Pendidik jadilah kedatangan anda membuat siswa mengingat Tuhannya ,tuturkata anda membuat siswa mantap keyakinannya,serta perilakau anada sebagai inspirasi bagi siswa untuk menggapai sukses dunia dan akhirat .!.”Kank Hari


Sengaja saya meminta panitia untuk memberikan pertanyaan respon peserta pelatihan Love Your Parent, Spiritual Teenager yang saya menjadi nara sumber nya seuasai acara ( Tanpa sepengetahuan saya ). Inilah kesan yang saya dapatkan berdasarkan laporan dari panitia;

‘Responden Satu;

Saya tertarik untuk terus mengikuti pelatihan disamping KankHari energik ,komunikatif juga sangat menguasai materi. Ditambah lagi peresentasi dengan ICT membuat saya jadi makin mengerti..’.

Responden dua
Saya berharap pelatihan semacam ini terus diadakan apalagi jika yang membawakan Kank Hari,semoga KankHari tidak bosan datang kesekolah ini’.

Rata rata responden memberikan kesan kepuasaan atas pelatihan yang saya bawakan . terbukti dari angket yang disebarkan. Kesan kesan ini saya dapatkan bukan hanya dari siswa juga dari orang tua siswa dan pelatihan pengemabangan tenaga guru yang saya menjadi nara sumbernya.

Mengingat “Targeting” saya mengadakan pelatihan adalah perubahan perilaku peserta dan bukan sekedar transfer ilmu (transfers of knowledge) serta adanya follow up yang saya buat dengan panitia. Maka kehadiran saya dikelas adalah memberikan kepuasaan belajar pada setiap peserta. Walaupun saya tidak mungkin memuaskan semua peserta tapi setidak nya saya berupaya…!”


Orang –orang yang terpilih diantara kalian adalah seseorang yang dapat mengingatkan kalian kepada Allah,bila bertemu dengannya,tutur katanya dapat menambah ilmu diniah (agama) dan amal perbuatannya member semangat kepada kalian untuk beramal demi akhirat kalian “ (Hr Hakimdari, Ibnu Umar ra )


“Jika anda merasa terpilih memiliki Jiwa Pendidik jadilah kedatangan anda membuat siswa ingat Tuhannya ,tuturkata anda membuat siswa mantap keyakinannya,serta perilaku anda sebagai inspirasi bagi siswa untuk menggapai sukses dunia dan akhirat .!.”

Positioning ,Karakter Guru Di Benak Siswa (Mind Share )


Positioning ,Karakter Guru Di Benak Siswa (Mind Share )

Menurut anak saya ,guru ideal itu adalah bisa menjadi teman dan pandai..” Dr Soeryanto Mpd. Ika Unesa

Pada saat menunggu waktu siaran saya sempat berbincang bincang dengan Dr Soeryanto MPd,dari IKA Unesa ,beliau menceritakan saat dialog dengan putrinya yang duduk dibangku SMAN.

”Pagi tadi Mas Hari, saya tanya purti saya apa kriteria Guru Ideal menurutmu….kata anak saya guru ideal itu adalah guru yang bisa jadi teman dan pandai.”
Kemudian beliau menguraikan :”menjadi teman itu adalah guru yang bisa enak diajak bicara,bisa dipercaya dan mengerti harapan serta kecemasan anak.Sedangkan pandai adalah guru yang menguasai ilmunya dan komunikasi pengajarannya bisa dimengerti siswa..’.

Sore itu saya dapat pelajaran baru dari Dr Soeryanto ,MPd yaitu posisi guru di benak siswa (Mind Share) adalah menjadi Teman Dan Pandai.


Saya jadi teringat Sabda Nabi Saw:”…….barang siapa yang membuat senang hati anak kecil dari keturunannya sehingga ia menjadi senang, maka Allah akan menjadikan dia senang pada hari kiamat sampai hati orang tua itu senang (HR.Ibnu Asakir )


“Posisikanlah( Positioning) diri anda sebagai guru yang dirindukan kehadirannya agar supaya ia senang belajar bersama anda. Karena kelak Allah akan memberikan kesenangan anda disurga dari pintu pintu perbuatan yang tidak anda duga. Yaitu membuat anak senang belajar bersama anda sehingga ia menjadi senag belajar…!” .KankHari

Jumat, 11 Maret 2011

The Art of Decision Making: Pendidikan Berbasis Keimanan


The Art of Decision Making:

Pendidikan Berbasis Keimanan

“…….Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan. Dan janganlah kalian mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepada kalian…. QS. Al-Ma’idah :48.

Salah satu kecenderungan kita adalah tergesa gesa dalam pengambilan keputusan atas sebuah masalah. Sehingga tidak jarang bisa berakhir dengan kekecewaan. Dan penyesalan.

Maka berbasis Logika berpikir Qur’an pada ayat tersebut maka ;

1. Acceptance: Selayaknya kita jangan meninggalkan kebenaran yang telah menimpa. Kecenderungan manusia adalah denial/mengingkari kenyataaan. Dan mencari cari alasan.

2. Recognize ;bukan saja menerima kenyataan ,melainkan mengakui fakta dan data bahwa kejadian itu adalah bagian dari sebuah proses jalan kehidupan.denagan demikian anda dapat mengenali potensi dan konsekuensi logis.

3. Resolution : pikirkan taktik dan strategi menghadapai kesulitan bukan sekedar mensiasati sesaat. Temukan inti persoalan jangan biarkan pikiran pikiran negatip mendorong anada untuk menjadi pesimis.

4. Reform ;Alternatif pilihan yang telah anda susun dengan pertimbangan konsekuensi logis nya .Selanjutnya buat skala prioritas ; Tingkat “kegentingan” dan derajat kepentingan.termasuk keberanian untuk “hijrah “ meninggalkan kemapanan untuk menuju perbaiakan dan kemajuan.

5. Do it now ; Berkeyakinan bahwa anda harus segera mulai saat ini,jangan Cuma ada pada angan angan atau dibicarakan.”ingat bahwa niat membuktikan bukti kesungguhan’”


“Jangan gunakan alasan ketergesaan tanpa pertimbangan sebagai dasar pengemabilan keputusan,Karena bukan hanya anda yang menanggung resikio dari keputusan anda melainkan juga orang yang menjadi tanggung jawab anda”.

Kamis, 10 Maret 2011

Anak “Ngeyel” (banyak membantah ) , Masa Depannya dan cara Membimbingnya.


Anak “Ngeyel” (banyak membantah ) , Masa Depannya dan cara Membimbingnya.



Widha Prameswari , Pada saat sekolah sering harus konflik denagan orang tua dan gurunya ,lnataran mati matian mempertahankan pendapatnya..,Namun Pengalaman pernah magang sebagai tenaga penjualan sebuah perusahaan media massa pada saat SMA membuatnya belajar banyak hal.Diantaranya memiliki rasa percaya diri yang makin kuat ,rajin dan menyukai pekerjaan yang mengharuskan diukur dengan target.Sekaligus kecakapan bergaul (social intelligent )

Pengalaman saya ,yang berkesan saat dosen kami datang ke stand promo produk di sebuah plasa saat mata kuliah kewirausaan diberikan outdor. Beliau bersama rekan mahasiswa lain bertemu saya saat menjalankan tugas ,menjual”.Katanya

Pengalaman tadi berbuah kebaikan untuk kehidupannya sekarang.Ia mengaku sangat menyukai tantangan.Baik sebagai seorang perempuan karir diperusahaan ekspor impor .Maupun sebagai ketua organisasi sosial

Belakangan ini ,ia sedang disibukkan dengan tur keberbagai pelosok desa untuk melaksanakan corporate social responsibility (CSR). Lagi lagi sosok yang suka mengejar prestasi . mengaku bersyukur pernah magang. .

Kecakapan Sosial

Anak seperti Widha P biasanya adalah anak yang optimis,dan bersemangat serta mudah bersahabat .Semangat tinngi meraih cita citanya sering anak seperti Wudha ini tidak sabaran,focus pada diri sendiri dan kecenderunagan “menguasai” temannya.Karena itu bimbinglah mereka untuk saling mengahar gai,persahabatan dalam kondisi apapun. Dengan demikian kelak ia bakal mudah beradaptasi dan diterima masayarakat dilingkungannya.



Harga Diri

Dengan pembawaan selalu ingin berhasil membuat anak anak seperti Widha meletakkan harga dirinya.pada hasrat selalu berhasil. Mereka rentan pada benturan kesulitan yang tidak effesien dan tidak dapat diatasinya.takut disebut sebagai anak gagal.Seringkali sombong dengan pencapaiannnya Hal ini dkarenakan dalam mencari jati diri mereka berusaha ingin mendapat pengakuan dari lingkungan sekitarnya. Mereka anak anak yang berani “ngeyel” untuk mewujudkan mimpinya.Dibalik itu meraka adalah anak yang memiliki loyalitas,amanah dan berpendirian.


Tugas yang Pas

Anak anak ini adalah anak yang rindu prestasi kerana itu tugas yang mendorong dirinya menampilkan diri perlu diberikan kepadanya. Kompetisi tugas kepemimpinan,ketua/wkil kelas. Tugas kegiatan ekstrakurikuler terutama aktivitas sosiala akan mengasah kecakapan interpersonal.

Berikan juga penguatan agar tidak terlalu ambisi dalam menggapai sesuatu,ajari mereka santai untuk mengurangi stress..

Jumat, 18 Februari 2011

Logika Qur'an (1) dalam Pengembangan Diri


1.Jumlah Besar Kadang Mempesona:"Diantara kita yakin jumlah banyak yang kelihatan bersatu membanggakan ,padahal dalam banyaknya jumlah terdapat kepentingan -kepentingan pribadi.Lihat saja kejadian dalam kehidupan sosial dan kebangsaan kita sebab secara Qur'an:"Kamu kira mereka itu bersatu sedang hati meraka terpecah belah ".QS Al-Hasyr :14


2.Dizaman ini sama saja yang penting menguntungkan: bagaimana bisa dikatakan menguntungkan jika cara meraup keuntungan menimbulkan perasaan gelsah cemas & ketakutan serta tidak inginketahuan orang> secra kasat mata kelebihan keuntungn denagan cara yang tidak benar itu membanggakan. Tapi lihat pelakunya resah sangat mendalam ,Karena sesungguhnya :"katakanlah tidak sama yang buruk dengan yang baik".QS AL Maidah :100

3.Ambil jaln Pintas Untuk Berhasil : banyak orang enggan berusaha dan berjuang memilih cara cara instan untuk mencapai mimpinya . Padahal tak ada jalan pintas untuk berhasil,kalaupun ada maka keberhasilan itu cuma sepintas selanjutnya kembali pada derita berkepanjangan karena kegagalan. Jika anda berkipir keberhasilan bisa ditempuh dengan jalan pintas maka dapat dipastikan anda segera menyesal karena tertipu.QS As Shaffat ;61 menyebutkan :"Untuk kemenangan serupa ini hendaklah berusaha orang orang yang bekerja "

4. Cari Muka supaya di muka (depan ),Loyalitas pada Pimpinan bukan pada tugas: kalau anda berpikir bahwa ;kenaikan pangkat, jabatan ,kesejahteraan ,ditentukan oleh atasan anda . bahkan anda rela "mempertuhankannya"' (patuh tanpa syarat takut dipecat) sesungguhnya anda salah besar!! .Karena tidak ada pejabat yang bakal selamanya menjabat ,bahkan tidak ada yang tahu esok hari masih menjabat. Ingat kematian datang tanpa kompromi termasuk kepada atasan anda. !Kalau ssudah begini siapa yang diandalkan !! QS. Al Hajj ;73 :"Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah pula yang disembah".


Bersambung

Minggu, 13 Februari 2011

Do’a Mencetak Anak menjadi “Bintang”


Do’a Mencetak Anak menjadi “Bintang”

Abdrurahman bin Abi Barkah ,bahwa ia berkata kepada Ayahnya,bahwa : wahai ayahku ,sesungguhnya aku mendengar engkau setiap pagi berdoa : allahumma ‘aafinii fii badanii,Allahumma ‘aafinii fii sam’ii allahumma ‘aafainii fi basharii,walaailaha illa anta ( ya Allah sehatkanlah badanku,ya Allah sehatkanlah pendengaran ku . ya allah sehatkanlah penglihatanku Tiada Tuhan kecualai Engkau ).Ayahnya menjawab: “sesungguhnya aku telah mendengar Rosulullah Saw berdoa dengan kalimat itu , oleh karena itu aku senang mengikuti Sunahnya . HR Abu Dawud .


Banyak orang tua merindukan kecermelangan anaknya di masa depan tetapi jarang sekali mereka yang betul betul merencanakan perlakuan yang dapat menunjang impian itu.. Sehingga yang terjadi justru mencetak the lost generation yang disebakan kekuranagan gizi ,hidup dalam lingkungan tidak sehat dan tidak mengerti serta memiliki kebiasaan yang sehat.Jika ini dibiarkan maka generasi kita tidak memiliki daya saing dalam mempertahankan kesejahteraan hidup.


Kesehatan badan

Kesehatan pada anak bukan hanya persoalan kecukupan nutrisi ,namun juga keseimbangan tubuh .Guna mendukung kesehatan badan anak maka upaya diluar medis perlu dibiasakan seperti oleh raga dan berkesenian. Sebuah studi dalam Journal Neurological research menemukan bahawa bermain music (piano ) dapat meningkatkan kemampuan matematika dan science sampai 30%.demikian juga dengan olah raga . sport memberikan anak kemampuan Problem solving dan membantu memperlancar sirkulasi darah keotak..

Biasakanlah olah raga minimal 15 menit setiap hari .kebugaran akan anda rasakan. Berlatihlah secara sederhana,olah raga santai dapat meningkatkan sirkulasi darah menjadi lancar, jantung dan paru paru berkembang sesuai fungsinya secara optimal.Ajaklah anak anda ikut serta!. Dengan demikian kesehatan badan dapat meningkatkan penampilan fisik dan kesehatan individu.


Kesehatan Pendengaran & Penglihatan

Kedua ,kesehatan ini bukan sekedar kesehatan alat indera ,melainkan kesehatan suasana hati akibat informasi yang didengar dan dilihat sehingga mempengaruhi proses presepsi dan kebermaknaan hidup.Disamping anak ahrus dapat pemenuhan atas kebutuhan kesehatan fisiknya ,anak juga perlu pemenuhan atas kebutuhan dasar afektifnya.Kebutuhan itu meliputi kebermaknaan hidup ,rasa aman ,perasaan diterima dicintai dan mencintai . kebutuhan dasar afeksi ,atau pengalaman merasakan dari yang didengar dan dilihat ini membantu anak dalam perkembangan kepribadian dan kesehatan mentalnya.


Dan yang tidak boleh dilupakan adalah menanamkan nilai nilai keTuhanan dalam hidup keseharian anak. Inilah sarana terkabulnya doa tersebut.!