Sabtu, 20 April 2013

Kiat Memperbaiki Harga Diri Menurut Islam


by :Hari Santoso, HRD Expert and Education Personality Development Consultant   Insight Management

Tidak jarang kita  marah ,benci dan tidak bisa memaafkan diri sendiri,bahkan untuk kesalahan yang sebenarnya tidak fatal atau lumrah dilakukan manusia pada umumnya saja , membuat anda frustrasi. Kita bisa sangat membenci diri sendiri atas tindakan dan pemikiran ,jika ini menimpa diri anda maka anda sedang  mengalami harga diri yang rendah.

 Padahal dengan harga diri yang rendah anda akan sulit beradaptasi dengan lingkungan sekitar ,apalagi berprestasi dalam karir dan kehidupan. Jika ini terjadi berikut kiatnya



Rabu, 10 Agustus 2011

Kepedulian Pemimpin , Sunah Rosulullah.(1) Prophet Leadership Essential Series .


“Ada seorang wanita yang kebiasaan setiap harinya menyapu masjid,dikabarkan meninggal dunia,sedangkan Rosul SAW sendiri tidak mengetahuinya.Ketika beliau diberitahu sahabat tentang hal itu ,maka beliau bersabda:kalian telah mengecewakan saya ,mengapa saya tidak diberi tahu ,hingga tidak sempat menshalatkannya ?. Tunjukkan segera makamnya !” Maka nabipun segera kemakamnya dan melakukan shalat jenazah disana. HR Bukhari- Muslim

Inti sari ; Hadist ini Rosulullah mengajarkan,Seorang pemimpin semestinya memiliki sense of intimacy dan sense of ownership yang sangat tinggi terhadap pengikut ,staf dan bawahan yang mereka kelola.Para pemimpin ini mengenali betul setiap staf nya serta memilki ketelitian terhadap kehadiran maupun motivasi nya mereka memiliki attention to detil yang tak ada bandingnya.

Bayangkan jika seorang staf tehnis /operasional ,didengar pendapatnya saat bertemu dengan top manajemen mereka akan merasa bangga dan menaruh rasa hormat . Dibandingkan apabila top manajemen sama sekali tak mengenali staf yang menjadi ujung tombak kemajuan perusahaannya…


Jika anda saat ini menjadi seorang pemimpin yang mengharapkan dukungan seluruh jajaran staff dan manajemen maka milikilah sense of intimacy ,sense of ownership karena hasil akhirnya adalah they work with passion.

Selasa, 02 Agustus 2011

Wanita Tua Yang Jenius Ditulis dalam Kitab Al Wa’ayul Islamii



“ ada seorang bangsawan yang kaya raya sedang membangun sebuah gedung besar dan mewah. Disebelahnya ada rumah tua milik seorang wanita tua.. Bangsawan itu ingin membeli rumah wanita tadi untuk perluasan bangunan gedungnya dan menawarnya dengan harga yang sangat tinggi.Namun wanita tadi menolak tawaran itu.

Banyak orang yang berkata kepadanya ,”Nanti pejabat pemerintah akan menyalahkanmu karena kebodohanmu.Karena kamu menyia –nyiakan harga tinggi yang ditawarkan kepadamu,padahal rumahmu tidak ada harganya sama sekali.”

“Mengapa si pejabat pemerintah tidak menyalahkan seorang yang ingin membeli rumahku dengan harga tinggi ,padahal ia tahu kalau rumahku tidak mempunyai nilai sedikitpun “. Jawab siwanita tua.


“Wanita itu tetep menolak tawaran bangsawan yang kaya raya itu dan juga pendapat masyarakat dengan argument yang sangat luar biasa.

Jumat, 03 Juni 2011

,Maaf Saya Tidak Tahu…”,Dibutuhkan Keberanian ! Belajar dari Imam Maliki



“,Maaf Saya Tidak Tahu…”,Dibutuhkan Keberanian ! Belajar dari Imam Maliki


Keberanian mengakui keterbatasan diri adalah hal yang sulit dilakukan.Apalagi jika seseorang berupaya mempertahankan citra dirinya. Padahal dengan sok tahu bukan saja membuat orang tersesat ,tapi juga akan menurunkan tingkat kepercayaan orang.
Dan pada pertemuan berikutnya orang sudah tidak akan respek lagi.

Karena itu keberanian mengakui keterbatasan diri merupakan perilaku yang harus dikuasai oleh siapapun.Mengingat manusia memang memiliki keterbatasan dan bukan Maha Tahu..Simaklah kisah Imam Maliki yang berani mengakui ketidak tahuannya:

Sesudah “bersekolah” dan berguru kepada 900 syeh yang sangat alim,Imam Maliki menyatakan :


“Seringkali aku tidak tidur semalam suntuk untuk memikirkan jawaban atas suatu persoalan yang diajukan kepadaku”.

Suatu ketika salah seorang muridnya datang dari daerah yang sangat jauh ingin bertanya tentang persoalan yang sangat penting bagi masyarakat setempat.Ketika masalah itu diajukan kepada Imam Malik ,dengan sejujurnya beliau mengatakan “Aku Tidak Tahu “.

Bernada kecewa muridnya itu berkata ,”Apakah kepada mereka saya harus mengatakan bahwa Imam Malik tidak tahu ?”.

“Ya “ Jawab Imam Malik .Katakanlah kepada kaummu bahwa aku tidak tahu”.



Belajar Dari Imam Malik ,bahwa pengakuan atas ketidak tahuan tidak akan membuat citra diri seseorang menjadi jatuh . melainkan sebaliknya akan mendapat kemuliaan dan rasa hormat dari orang lain.

Hikmah yang bisa kita ambil :

1. Sadari orang tidak mungkin ahli dalam semua bidang dengan serba tahu segala persoalan.Jadi pengakuan atas ketidak tahuan akan membuat orang faham kompetensi keahlian yang anda miliki.




2. Keberanian mengatakan ,” Maaf saya tidak tahu…..” Akan membuat orang menyadari spesialisasi keilmuan anda sekaligus positioning diri. Anda ahlinya dibidang ini (specific).

3. Tidak cukup hanya berhenti pada berkata ,maaf saya tidak tahu”. Dibalik ketidak tahuan anda ,anda dituntut untuk belajar lebih dalam dan lebih luas…!


4. Dibalik pengakuan ketidak tahuan anda,terdapat makna kehati -hatian dalam menjawab persoalan .

5. Dengan tidak menjadi serba tahu atau sok tahu anda tetap akan dipercaya dikemudian hari karena ke hati hatian yang anda lakukan. Dan kepuasaan penanya karena akibat kecerobohan jawaban anda yang sok tahu.


6. Yang paling penting adalah harga diri anda tidak akan jatuh hanya karena mengatakan ,maaf saya tidak tahu” Namun justru sebaliknya.. !


Sudahkah anda berani untuk berkata ,”maaf saya tidak tahu..”. ?

Minggu, 24 April 2011

Kegagalan Kampus Membangun “Etos Kerja” Sebuah case analysis


Kegagalan Kampus Membangun “Etos Kerja”

Sebuah case analysis


Panggilannya Bang Jhonni, Head of External Communication salah satu bank Swasta Nasional di Indonesia .Latar belakang pendidikannya Sarjana Komunikasi dengan gelar master di bidang Manajemen awal mula berkarir di bidang account officer ,selanjutnya Investor relation ,CSR Manager sampai pada kedudukannya sekarang .

Salah satu alasan dirinya dipromosi pada kedudukannya sekarang adalah keberhasilannya membawa perusahaannya keluar dari krisis dengan mulus. “Krisis menghasilkan impact positif ,kita dapat mengimplementasikan crisis management,saat tidak banyak perusahaan di Indonesia menguasainya dengan baik. “Yang penting fleksible ,kerja keras,focus dan berpikir kedepan”.Katanya berpesan kepada saya.


Belajar dari Bang Jhoni untuk meraih keberhasilan dalam karir setidaknya mengandung empat unsur

Pertama . Fleksible

Bukan hal yang mudah bagi mahasiswa untuk bisa bertindak fleksible.Karena pola asuh dan pendidikan yang diterima sejak SD sampai mahasiswa hanya membangun konsep berpikir untuk menyelesaikan masalah hanya ada satu jawaban.Bahkan seringkali mahasiswa demo kenaikan SPP misalnya,adalah bentuk tidak adanya fleksibilitas otonomi kampus.

Jika mahasiswa terjebab pada kekekuan berpikir maka setelah lulus dia hanya akan hidup pada ideliasmenya sendiri.Mereka berpikir untuk geler yang sudah diraihnya hanya bisa sukses dengan jalur karir linear padahal justru disinilah cikal bakal membludaknya pengangguran.


Didalam dunia industry setiap pelaku usaha bersikap gesit dan mampu beradaptasi denagan perubahan. Harus berani melihat sudut pandang pelanggan teamwork dan bahkan competitor.Jadi syarat pertama untuk berhasil dibidang industri adalah Fleksible tidak terpaku pada text book.


Kedua ,Kerja Keras


Sistem penilaian prestasi akademik dikampus tidak terlalu menekankan pada proses tapi hasil akhir. Tak peduli bagaimana mahasiswa bersangkutan berupaya ,Yang penting hasilnya memuaskan. Baik utuk ujian teori ataupun praktikum. Ambil contoh untuk pengembangan soft skill melalui mata kuliah entrepreneur tidak banyak mahasiswa yang benar benar tumbuh semangat wirausahanya. Lantaran system penilaiannya pada hasil akhir sehingga barang yang dijual kadang” ditodongkan” kepada teman saudara orang serumah, teman dan kerabat dekatnya. Tentu saja cepat laku…! coba kalau jualan kepada pasar sebenarnya pasti tidak semudah itu.Lebih parah lagi jika prinsip dikampus itu bermoto “ cepat lulus dan cepat kerja..?”

Pelaku usaha adalah yang bertanggung jawab atas hidup usahanya dan setiap keputusan yang dia buat. Jika mengalami kesulitan atau memulai usahanya selalu dengan kerja keras. Temukan jawabannya pada diri anda calaon professional…?



Ketiga ,Fokus




Salah satu metode pembelajaran yang tidak mengajarkan siswanya untuk fokus sampai pada tingkat mahasiswa adalah model dalam manajemen kurikulum .Menurut analisa saya dosen /guru tidak mendukung terciptanya upaya pembelajaran fokus pada kompetensi inti mahasiswa. Seperti;

1.Tak ada batasan terhadap luas nya materi pelajaran sehingga tidak jarang terjadi tumpang tindih konsep teori yang tidak terintegrasi.Sehingga tidak ada kaitan yang signifikan antara urutan materi dan kompetensi yang didapat secra berkesinambungan.

2.tak ada relevansi materi yang diajarkan dengan kompetensi yang didapat apalagi sesuai kebutuhan pasar kerja.Sehingga penyampaian materi hanya sebatas teori yang tak dapat direalisasikan di dunia nyata. Dsb


Dalam dunia usaha tidak mungkin sebuah industry akan berhasil jika karyawannya mencampur adukan SOP dan kepentingan pribadi .Atau memberikan persepsi yang berbeda beda kepada konsumen atau tidak konsisten pada pada pasar . Pasti akan kehilangan market share.

Jika ingin berhasil focus pada satu kompetensi yang disukai dan dikuasai.


Keempat ;Berorientasi Masa Depan


Pertanyaan sederhana betulkah materi kuliah yang didapat saat ini benar benar bisa bermanfaat saat mahasiswa lulus di masa depan…?

Sudahkah Perguruan Tinggi duduk bersama Dunia usaha untuk memetakan kompetensi kompetensi yang diperlukan dimasa depan . selanjutnya disusunlah kurikulum berdasarkan kompetensi itu…?

Salah satu kendalanya adalah SDM ,atau mutu dosen yang notabene akdemisi murni dan bukan praktisi. Sehingga tidak banyak tahu apalagi menguasai perubahan dan percepatan dunia diluar kampus.

Cukup banyak mahasiswa yang stress dan takut akan masa depanya sendiri karena tidak percaya diri atas ilmu yang sudah didapatnya.Jika sekarang banyak penggangguran terdidik terus berkembang mereka adalah produk Perguruan Tinggi di masa lalu.

Apakah pernah terpikir oleh pengelola PT untuk memikirkan masa depan mahasiswanya dan selanjutnya menyusun program kurikulumnya mulai saat ini..!


Oreientasi masa depan bagi mahasiswa tidak cukup hanya prestasi akademik tapi juga melatih;ketrampilan problem solver ,berpikir kritis,komunikasi efektif ketrampilan social masyarakat ,komunikasi efektif manajemen emosi dan kepemimpinan.


Etos kerja lantas didapat dari mana ?

Senin, 28 Maret 2011

Kurikulum Memanusiakan Manusia


Kurikulum Memanusiakan Manusia

“Berapa banyak orang dibodohkan oleh kesulitan yang dihadapinya ,sedang ilmu yang dimilikinya tak sedikitpun dapat menjadai penolongnya”.



Pengertian sederhana kurikulum adalah tatanan kegiatan belajar mengajar di gunakan untuk membangun kompetensi dan membekali siswa guna memeiliki kecakapan hidup di masa depan.

Namun benarkah siswa memiliki kecakapan hidup dalam menghadapi tantangan kesulitan masa depannya…?

Jadilah Teladannya ,agar kelak siswa “menduplikasi’ perilaku anda.

Waktu yang dihabiskan untuk sekolah semestinya dapat mengasah ketrampilannya menolong diri sendiri. .Sebagai pendidik (orang tua /guru ) sudah sepatutnya menolong anak agar dapat menolong dirinya sendiri sehingga bahkan Tuhan pun akan menolong siswa dan juga menolong anda.Tolong lah anak untuk memiliki ketrampilan menolong diri sendiri agar kelak dirinya pun dapat menolong orang lain untuk menolong dirinya sendiri.

“Jika kita menolong orang untuk kemandiriannya ,kelak kita akan mendapat pertolonganNYa saat dalam kesendirian.” Kank Hari


Berpengetahuanlah ,agar siswa menyadari ilmu pengetahuan.


Menyandang gelar sebagai pendidik adalah sebuah kepantasan akan kompetensi ilmu dan pengalaman yang kita miliki . Jika tidak lantas apa yang bisa dijadikan rujukan belajar. Terus mengembangkan diri untuk membaca meningkatkan ilmu yang dimiliki dan menambah wawasan serta menggunakan ilmu untuk menyelesaikan berbagai permasalahan dan kesulitan hidup ,,baik pribadi dan lingkungan adalah bukti dari beda orang yang berpengetahuan dan tidak.

Jika tidak “berapa banyak orang dibodohkan oleh kesulitan yang dihadapinya ,sedang ilmu yang dimilikinya tak sedikitpun dapat menjadai penolongnya”.


“Teladankanlah gairah belajar dan berpengetahuan kepada siswa agar siswa bergairah untuk belajar dan berpengetahuan”.


Bertanggung Jawab ,Hanya orang yang bertangung jawab yang pantas dipercaya..

Bertanggung jawab bukan sekedar konsisten menjalankan kewajiban . Namun bertanggung jawab adalah kecepat tanggapan dalam mengahadapi realita kehidupan Sekaligus menerima konsekuensi logis keputusan yang sudah dipilih.. Seorang pendidik yang baik memiliki kecepat tanggapan mengenali kompetensi unik (Bakat)dalam diri siswa dan selanjutnya menumbuh-kembangkannya . Sehingga siswa pada akhirnya dapat menumbuh kembangkan bakatnya secara bertanggung jawab.Dan menerima konsekuensi logis keberhasilan upayanya itu.

“Buatlah siswa memiliki tanggung jawab atas dirinya ,karena setiap pribadi mempertanggung jawabkan setiap tindakannya sendiri. Di karenakan setiap diri pasti menerima konsekuensi logis dari hasil tindakannya itu.”


Ajari Siswa Bahagia,agar siswa dapat mensyukuri apa yang sudah diraihnya.

Kebahagiaan bukan sekedar tercapainya keinginan yang telah diperjuangkan,sebab sangat banyak orang dapat meraih yang diinginkan namun tidak pernah bisa menikmatinya bahkan justru menderita karena pencapaiannya itu,Maka hanaya orang yang berbahagia yang dapat membahagiakan orang lain.

“Berbahagialah anda dalam melaksanakan tugas belajar mengajar agar siswa berbahagia belajar bersama anda…!” Hal ini adalah sebagian bukti bahwa anda memang berbahagia atas profesi pendidik yang anda jalankan.” .

Sabtu, 19 Maret 2011

Menumbuh -kembangkan Integritas Siswa


Menumbuh -kembangkan Integritas Siswa

Taufik namanya, sejak mahasiswa memang terkenal ulet. Maklum anak kelahiran Bojonegoro harus pontang panting membiayai kuliahnya akibat “kiriman” dari orang tuanya tersendat sendat . Karena panen yang gagal dan neneknya sering sakit sakitan . Demi keinginan menyelesaikan kuliahnya Taufik memulai uasahanya mulai dari “makelaran” HandPone sampai makelar Mobil.Namun ada yang menarik dari Taufik dalam menjalankan usahanya,yaitu selalu melayani complain pembeli hingga tuntas.akibatnya para pembeli mulai dari teman kuliah ,teman kost sampai dosennya meras puas atas pelayanannya..” buat dia mencari uang itu yang penting halal dan konsumen puas “itu prinsip hidup yang dipegang Teguh,

Sampai suatu saat dirinya pun menerima tugas sebagai surveyor dari sebuah perusahan media. Dan iapun melakukan dengan sungguh sungguh ketika melakukan dan memilih sampling responden . Tidak sekedar memenuhi target volume angket seperti para layaknya surveyor yang tidak professional. Mendapatkan data sekenanya melainkan dilakukan sesuai petunjuk pelaksanaan dan target yang ingin terukur. Sehingga perilaku ini pun menarik perhatian salah satu manajer perusahaan consumer good untuk menempatkanya pada bagian R&D diperusahaan itu.tentu saja sambil terus melanjutkan kuliahnya. .


Pelajaran yang bisa kita ambil dari Taufik adalah bekerja dengan Integritas .

Integritas menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki arti
1. keterpaduan,kebulatan ,keutuhan
2. Kejujuran dan dapat dipercaya.

Karena di masa depan pengembangan dunia usaha menuntut karyawan memiliki integritas sebagai value propositions.(Nilai Jual seorang karyawan ). Tidak sekedar bertugas menjalankan fungsi operasional pekerjaaannya melainkan meliputi values driven yang lainnya yaitu functional ,emotional and spiritual. Mengingat integritas adalah jiwa bagi “konsumen dan Stake holder”.Artinya karyawan/pengusaha dituntut dapat menciptakan krediblitasnya dalam mewujudkan jajinya.

Bagaimana mencetak siswa yang memiliki Integritas;

Pertama,Ikhlas

Sebuah perbuatan yang didasari atas keihlasan/ketulusan dalam melayani akan meretas belenggu kecemasan dan kekecewaan.Artinya dalam mengerjakan tugas siswa tidak memiliki beban perasaan sehingga pekerjaan dapat dikerjakan secara optimal dan hati yang senang.Taufik menerima complain dan memberi solusi dari pelanggan saat menjadi makelar HP dilakukan dengan ikhlas sehingga konsumen nya bertambah banyak.

“Teladankanlah siswa anda keikhlasan agar merasa tidak terbebani saat mejalankan tugas ..Karena seseungguhnya hasil optimal yang bakal didapat bila pekerjaan itu dilakukan dengan rasa ikhlas” . Kank Hari

Kedua , Prosedur yang Benar

Pernah Nabi Saw. Ditanya oleh seorang sahabat :”wahai Rosulullah,kerja apa yang paling baik ?”. Beliau menjawab ;”Kerja seseorang dengan tangannya dan jual beli yang baik’”.Musnad Ahmad :17198

Taufik melakukan tugas surveyor di perusahaan media sesuai standar prosedur yang telah ditetapkan secara bersungguh sungguh . Sehinga data yang didapat adalah akurat dan dapat dipercaya.

Di masa depan sebuah merk termasuk kredibilitas karyawan /usahawan bisa selalu di pertimbangkan konsumen untuk senantiasa digunakan. Maka harus memiliki nilai nilai originalitas yang tidak dibuat buat atau direkayasa.

Nabi Saw bersabda :’pembantu pada harta tuannya adalah penjaga . dia bertanggung jawab atas apa yang dijaganya “. HR Bukhari ,Kitab Al Istiqradh.


“Biasakanlah siswa anda menyelesaikan tugas tugas pembelajarannya sesuai prosedur yang benar. Karena prosedur yang benar mendekatkan pada kesempurnaan sebuah hasil”. Kank Hari


Ketiga ,Kesungguhan


Taufik melakukan tugasnya secara professional(kesungguhan dan hasil optimal )sehingga ia samapi diterima bekerja sebagai R&D diperusahaan consumer good ‘.mengingat kesungguhan itu amat dibutuhkan dalam pengemabangan produk atau usaha,brand imge sampai corporate value.Mengingat di masa depan semakin banyak perusahaan yang harus bersungguh sungguh mengelola sebuah brand ditengah pasar yang semakin crowded . berbagai riset dilakukan guna mendapatkan gambaran yang jelas untuk mengemabangkan brandnya banyak dilakukan . Mereka menginginkan isi susungguhnya dari brand nya dikenal bersungguh -sunguh dalam memberikan service kepada konsumen.

Nabi Saw bersabda : Allah menyukai salah satu dari kalian yang jika bekerja ,dia bekerja secara bersungguh –sungguh “. Shahih Al-Jami’ Ash –Shagir ; 1880

"Teladankan siswa untuk mengerjakan tugas dengan bersungguh sungguh agar hasilnya optimal. Karena sesunguhnya siswa akan berhasil mendapatkan hasil optimal jika sebuah pekerjaan dikerjakan secara bersunguh sungguh ,sopo temen tinemu”.Kank Hari

Maka jika anda ingin membentuk karakter siswa yang berintegritas maka teladankanlah ; Keikhlasan,Prosedur yang benar dan Kesungguhan …